Rabu, 22 Februari 2012

Basis Pengakuan Transaksi Dalam Akuntansi: Basis Akrual vs Basis Kas


. BASIS AKUNTANSI
Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar pencatatan transaksi tersebut.
Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.
 
Basis Kas
Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan dikeluarkan.
Basis Akrual
Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.
Standar Akuntansi Keuangan mensyaratkan entitas profit-oriented di Indonesia untuk menggunakan Basis Akrual. Standar Akuntansi Pemerintahan (pada PP No. 24 Tahun 2005), dikenal ada dua jenis basis yang digunakan untuk menyusun Laporan Keuangan, yaitu : Neraca, menggunakan basis akrual, dan Laporan Realisasi Anggaran menggunakan basis kas.
Apa sih bedanya basis kas dan basis akrual?
Basis kas dan basis akrual digunakan untuk mengakui kapan terjadinya suatu transaksi.Suatu entitas/perusahaan/organisasi yang akuntansinya menggunakan Basis Akrual akan mengakui transaksi pada saat terjadinya.
Contoh transaksi : PT. ABC membeli persediaan barang dagangan senilai Rp 10 juta pada tanggal 10 Desember 2008, dan pembayaran atas pembelian tersebut dilakukan pada 8 Januari 2009.
Dengan menggunakan basis akrual, PT. ABC mengakui bahwa transaksi pembelian tersebut terjadi pada 10 Desember 2008, sehingga pencatatan pun dilakukan pada 10 Desember 2008.Maka pencatatan tertanggal 10 Desember 2008:
Persediaan                               Rp 10 juta
Hutang Dagang                       Rp 10 juta
Akibatnya, jika PT. ABC di akhir tahun 2008 (31 Desember 2008) menyusun neraca basis akrual, di bagian Aktiva (Harta) bertambahlah akun (account/pos/rekening) Persediaan senilai Rp 10 juta, dan di bagian Hutang (Kewajiban) bertambah pula akun Hutang Dagang senilai Rp 10 juta.
Untuk menangani transaksi yang sama, jika PT. ABC menerapkan Basis Kas, maka transaksi diakui ketika kas dibayarkan (atau diterima, jika pada kasus penerimaan kas). Akibatnya, di neraca per 31 Desember 2008 tidak ada perubahan apa pun. Transaksi baru diakui pada 8 Januari 2009. Pengakuan transaksi dengan basis kas dicatat dengan jurnal:
Persediaan                               Rp 10 juta
Kas                                          Rp 10 juta

.
Tampak dari contoh di atas bahwa perlakuan akuntansi dengan basis berbeda, akan berdampak pada perubahan jumlah dan komposisi aset yang berbeda. Jika neraca dibuat pada 31 Desember 2008,
Contoh lain, jika terjadi biaya (atau pendapatan)…. Ada perbedaan timing pengakuan transaksi biaya (atau pendapatan) antara basis kas dan basis akrual.
Contoh transaksi :
Pada 17 Desember 2008 bagian akuntansi PT. ABC menerima tagihan biaya listrik senilai Rp 2 juta. Pembayaran biaya listrik dilakukan pada 5 Januari 2009.
Dengan basis akrual, biaya listrik tersebut diakui pada 17 Desember 2008. Jika menerapkan basis kas, biaya listrik tersebut diakui pada 5 Januari 2009 (saat membayar). Akibatnya: laba PT. ABC pada tahun 2008 akan lebih rendah Rp 2 juta (jika menerapkan basis akrual) daripada laba tahun 2009 (jika diterapkan basis kas). Mengapa? Karena dengan basis akrual, PT. ABC telah mengakui biaya listrik pada tahun 2008, sedangkan dengan basis kas, biaya tersebut baru diakui pada tahun 2009.
Contoh2 di atas sekedar menggambarkan sederhana bahwa penggunaan basis yang berbeda akan berdampak ke komponen laporan keuangan, yang kemudian dapat berdampak pada persepsi pengguna laporan keuangan terhadap kondisi entitas penyaji laporan keuangan. Selanjutnya, persepsi yang berbeda dapat menimbulkan keputusan yang berbeda. Oleh karena itulah, penyaji laporan keuangan harus mengungkapkan basis yang digunakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar